ANEYSHA Ternyata nggak semudah itu merealisasikan keinginan. Gue yang sudah bertekad untuk menyelesaikan perasaan gue dengan Ravel bagaimanapun hasilnya. Keinginan gue juga sudah membara dan berkobar-kobar. Namun kenyataannya, hanya mendengar suaranya saja, nyali gue menciut. Gue jadi penakut. Gue nggak ngerti kenapa, gue nggak berani ketemu sama Ravel. Poor me! "Gue nggak tahu apa motif lo, tapi akhir-akhir ini sepertinya lo rajin banget ngapel di Apartemen gue. Jujur, Sha, lo mau ngapain?" Gracella menodong gue dengan pertanyaannya. Masuk akal juga sih karena sudah seminggu ini gue sering bolak balik ke Apartemen Gracella dengan alasan gue bosen sendirian di kontrakan. Bahkan pagi ini gue sudah menyeret dia ke jogging area begitu saja. "Nggak mau ngaku lo?" Gracella menatap gue tajam.

