RAVEL Kepala gue pusing banget efek tequila semalam. Belum lagi bayang-bayang yang terjadi semalam membuat gue tambah pening. Meskipun gue cukup sadar diri, Anes begitu karena dia mabuk. Mabuk, bold italic. Apa yang bisa gue harapkan dari seseorang yang kesadarannya aja perlu dipertanyakan. Tapi tetap saja, gue nggak bisa berdiam diri. Gue harus menemui dia. Sekarang. Meksipun seharusnya pagi ini gue masuk kerja, tapi kata Mami sekali dua kali bolos nggak apa-apa. Sebagai anak yang berbakti gue nurut dong. Lagian gue juga belum pernah ambil cuti selama ini. Semalam teman Anes memberi gue pesan kalau Anes sudah tiba dengan selamat di rumahnya. Dia bahkan memotret Anes yang tertidur di kamarnya. Setahu gue, itu kamar Anes di rumah papanya. Gue pernah lihat dia bikin snapgram di kamar itu.

