RAVEL "Gue nggak bercanda, Sha. Dari sekian banyak orang, gue suka sama lo. Gue ulangi gue suka sama lo, Sha. Jadi gue mohon berhenti buat berharap sama orang yang bahkan nggak mau ngelihat ke arah lo!" "Zan, please lepasin gue!" Gue nggak tahu lagi apa yang harus gue lakukan selain melayangkan pukulan ke arah Jauzan. "Sialan lo, Zan! Lo nggak denger dia minta buat lo lepasin." Darah gue mendidih, emosi gue naik setinggi-tingginya. Jauzan yang nggak terima, balas melayangkan pukulannya ke rahang gue. "Lo nggak punya hak buat ikut campur urusan gue dengan Aneysha! Memangnya lo siapa?" Gue menggeram miris, memangnya gue siapa? Gue nggak mempedulikan ucapan Jauzan. Gue melangkah mendekati Aneysha. "Nes, lo nggak apa-apa?" Jauzan mendorong tubuh gue. "Gue masih ada urusan dengan Aney

