ANEYSHA Tadi siang Ravel sidang skripsi. Seharusnya gue di sana, memberikan dia dukungan moril dan memberi ucapan selamat selepas sidang. Tapi kenyataannya, gue mendekam di kamar kos seharian. Bahkan ketika malam datang, gue tetap di sini nggak kemana-mana. Entah kenapa, rasanya sakit. Sesak. Hanya dengan mengingat perpisahan gue dengan Ravel setelah ini, karena dia harus kembali ke Jakarta. Ada sebagian diri gue yang nggak terima jika gue harus berjauhan sama dia. Sama seperti ketika dia tiba-tiba jauhin gue beberapa waktu lalu. Rasanya begitu menyakitkan. Gue nggak ingin mengulang perasaan itu lagi, gue nggak ingin bersedih dan merasakan kehilangan lagi. Tapi nggak mungkin gue menahan dia di sini. Memangnya gue siapa. Karena hal itu, gue memilih untuk berdiam diri di kamar, sambil mer

