Chapter 15—Missunderstanding

2521 Kata

ANEYSHA Malam ini, gue dan anak-anak departemen penalaran mengadakan acara makan malam bersama—syukuran berhasilnya acara Olimpiade Nasional—di salah satu tempat makan lesehan di Malang. Kebetulan jadwal kita sedang kosong dan nggak ada kegiatan lain, karena jika menunggu akhir pekan, anak-anak justru repot dengan agendanya masing-masing. "Tunggu bentar ya, Sha. Aku bayar dulu," pinta Dillon. "Oke," jawab gue membiarkan Dillon pergi. Hanya menyisakan gue di bilik saung. Anak-anak yang lain udah pulang sementara Dillon menahan gue tetap di sini. Dia bilang, ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Gue nggak keberatan. Karena tempatnya nyaman dan unik—atapnya tinggi, interiornya serba kayu dengan vibe rumah pedesaan yang kental. Hawanya juga sejuk dan asri. Really beautiful place. "Kalau m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN