ANEYSHA Dulu gue nggak pernah memiliki bayangan atau hanya sebatas fantasi tentang dekat dengan seseorang. Masalah yang gue hadapi dengan mama dan papa yang bahkan sampai sekarang nggak tahu bagaimana titik temunya, membuat gue selalu berpikir, bahwa gue selamanya akan selalu merasa sendiri. Ravel—dia mendekati gue dengan cara yang sangat memaksa. Awalnya, gue nggak suka dengan kehadiran dia, yang menurut gue sangat menggangu. Gue hanya butuh diri gue sendiri, gue nggak merasa butuh orang lain. Karena ketika berhubungan dengan orang asing, kehidupan gue akan bertambah rumit dan gue udah nggak punya tenaga buat bersedih lagi. Tapi sayangnya—Ravel—dia nggak peduli seberapa sering gue memaki, mendiami, atau melempar tatapan tidak bersahabat, dia hanya akan selalu menampakkan eksistensinya l

