ANEYSHA Setelah Ravel pergi, gue terus melihat jam di dinding perpus. Sudah setengah empat sore berarti Dillon akan segera datang. Dillon akan selalu ontime dan nggak pernah telat kecuali jika memang ada sesuatu. Dia pernah bilang jika ia terbiasa hidup disiplin, lebih baik dia menunggu daripada membuat orang lain menunggu. Good boy. Layar ponsel gue bergetar dan gue melihat ada pesan di sana. Gue segera membukanya. 2 message from Al Kayvan D. Al Kayvan D.: Sha, aku sudah di depan perpus tapi nggak bisa masuk. Al Kayvan D.: Lupa kalau KTMku kemarin aku gunakan untuk jaminan pinjam gedung. Maaf sha, udah bikin kamu nunggu, waste your time banget. Why am i so much careless? Gue tersenyum membacanya. Just a little thing btw tapi gue bisa bayangin ekspresi Dillon yang setengah panik set

