Chapter 19—Zonk

2306 Kata

RAVEL Gue males banget pergi ke kampus. Sumpah, emang dosen pembimbing gue akhlakless banget. Sudah tahu mahasiswanya buat jalan aja pincang-pincang, masih nyuruh bimbingan di kampus. Kenapa nggak online aja sih, Bapak, nggak tahu fungsi internet sama perangkat elektronik apa. Emang dia hidup di zaman Napoleon Bonaparte masih belajar merangkak, kan nggak cuy. Namanya doang Wirya Sentosa. Iya sentosa buat dia, derita buat gue. Mana Bapak Wirya yang terhormat, suka banget main kejar-kejaran. Biar dikira kayak artis kali. Janjian jam berapa adanya jam berapa. Sudah ditungguin kadang nggak datang. Kadang tatap muka 30 detik sudah ditinggal rapat. Mana kalau di chat cuma diread doang. Terus kalau ganti gue balesnya lama, dia ngamuk-ngamuk. Kayak cewek lagi dapat. Elah, belum-belum gue udah ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN