RAVEL "Lo nggak masuk magang, Nyet?" tanya gue ke Jauzan yang daritadi buka tutup kulkas. Sudah tahu isinya cuma air mineral, masih aja dibuka-buka. Bolak-balik lagi. Kalau mau cari jajan ya beli, yakali tiba-tiba muncul di kulkas. "Nggak, di tempat gue kan fleksibel. Hari ini bukan shift gue," jawab Jauzan setelah meneguk air mineral. "Setelah ini gue mau cari sarapan, lo nitip apaan?" "Nggak deh, gue nunggu Anes aja," jawab gue. Semalam Anes nemenin gue di sini—begadang bareng Jauzan. Jauzan memboyong barang-barang dari rumah yang katanya penting ke rumah sakit. Bantal, guling, selimut, bedcover, kasur lipat, karpet, PlayStation, gitar, speaker, heater, mie instan, tenda camping bahkan Anes ikut-ikutan bawa selimut sama boneka rilakumanya. Ruang Inap gue mirip tempat penampungan,

