50. | Penjelasan

1327 Kata

Chindai kalut luar biasa. Ponselnya diberikan pada Bagas, sementara ia baru ingat bahwa sang papa menjemput tepat di pukul dua siang. Betul saja, saat Chindai berlari ke pagar tanpa membawa apa pun, dirinya dihadapkan mobil jazz Sandy dan berakhir pulang saat itu juga. Untunglah papanya itu tidak bertanya tentang kekacauannya. “Kakak kamu belum pulang, Ndai?” Chindai mengernyih panik. Yang dimaksud Sandy adalah Rio, tetapi ia kini tidak tahu ingin menjawab apa. “Eng—masih kumpul ekstrakurikuler, Pa.” “Kamu enggak?” “Enggak.” Jadi, di sinilah Chindai setengah jam kemudian. Kamar dengan nuansa biru yang seharusnya menjadi tempat nyaman untuk istirahat. Sebelumnya, Chindai meminjam ponsel milik Ayu—mamanya—guna menghubungi Rio dengan harap-harap cemas. Ia seperti dihadapkan dengan dasar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN