“Baru setengah jalan ngetik, di situ yang kata gue … Kak Michelle kirim chat lewat email dia di laptop. Notifikasi kebaca sama karena tersambung WiFi. Gue baca, ternyata benar dia suruh gue pindah tempat—” “Inai, lo tahu, kan, gue OSIS?” Bagas bersedekap, gondok sekali. Melihat Chindai menggeleng, membuatnya mengumpat tanpa suara. Pantas saja gadis di sebelahnya ini mudah dibohongi. “Apa lo dengar gue hari ini ada rapat dan sebagainya?” “Ya, tapinya kadang kumpul mendadak, tiba-tiba dipanggil.” “Pasti gue minimal tunggu lo dulu, Inai. Semua barang lo aja ada di gue,” sergah Bagas lagi, terlampau geregetan hingga tidak tahan mencubit pipi chubby Chindai. “Menurut gue, ya, Gas. Bisa jadi Michelle sengaja dan dia sudah susun rencana ini dengan matang,” pendapat Rio setelah terdiam sekian

