52. | Berulah Lagi

1389 Kata

“Sebelumnya, maaf mengganggu waktu kalian. Seperti yang diketahui, hari ini terakhir latihan untuk acara perpisahan kelas dua belas.” sambut Fattah sopan di depan anggota ekstrakurikuler musik yang menyempatkan hadir. Perlahan ia mulai santai dan enjoy mengenyam jabatannya. “Santai. Lanjut aja.” Bagas berujar acuh tidak acuh. Layaknya senior angkuh, ia melangkah tenang ke tempat favorit Chindai yang sejak langkah awal mengode agar tak menghampiri. Sayangnya, Bagas tidak bisa dilarang-larang jika sudah berkeinginan. “Kak Bagas, kalau mau mati … jangan ajak-ajak gue!” Ocehan Chindai dan dengkusan sebal memicu Bagas tertawa. Tangannya terulur mengacak-acak poni pagar gadis itu, dilanjut mencubit pipinya. Dua hal tersebut sudah menjadi kegiatan favorit Bagas akhir-akhir ini. Cukup menyenang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN