53. | Menghadapi Michelle

1159 Kata

Seumpama bayangan, menjejaki langkahmu layaknya detik-detik di mana alunan musik terdengar menggugurkan segala tanya. Tentang kau yang akhirnya mengizinkan harap tertanam subur dalam kalbu. *** Michelle Anatasya | Gue sudah di depan, Gas. | Tunggu sebentar, ya. Hari Minggu Bagas berjalan tenteram; nge-gym hingga siang, mampir di rumah Randa guna mandi dan berganti pakaian, lalu pulang menebeng pada Karel. Akan tetapi, ketika melewati mal tengah kota, Bagas mendapat ide cemerlang, serta-merta memaksa Karel menurunkannya meskipun telah dilarang. Sekali lagi Bagas membaca pesan yang dikirimkannya pada Michelle. Satu jam berlalu terasa panjang, apalagi tak ada teman berbincang. Segelas sparkling lemonade-nya sudah habis setengah, chicken katsu-nya pun ludes. Yang ditunggu-tunggu belum ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN