Acara perpisahan kelas dua belas yang berakhir sejam lalu telah berjalan lancar dan memuaskan banyak pihak. Panitia yang bertugas hilir mudik merapikan, sementara orang-orang sibuk mengabdikan momentum untuk dikenang bersama yang terkasih. Tak terkecuali Chindai, Chelsea, Marsha, dan Salma. Sedari acara puncak, yaitu dansa para calon alumni, keempatnya tidak berhenti ke sana kemari. Mengajak siapa pun foto bareng, mulai dari Fattah yang merupakan pacar Salma, menggoda Chelsea dan Difa, dan menemani Marsha mengobrol dengan Rafli. “Ndai?” Melihat kehadiran Bagas, Chindai memisahkan diri dari impitan para sahabatnya. Ia tersenyum canggung, tanpa sadar memilin gaun gantinya berwarna mocha yang lebih ringan ketimbang sebelumnya. “Hai. Ada apa, Kak?” “Gue … lo mau foto bareng enggak?” Bag

