bc

Seleksi Jodoh (Sequel PUTA)

book_age18+
919
IKUTI
7.4K
BACA
drama
tragedy
comedy
sweet
like
intro-logo
Uraian

#WARNING! BOCIL DILARANG MENDEKAT.

#Disarankan untuk membaca PUTA terlebih dahulu.

"Mau DPR, MPR, Menteri Perhutani, gue gak akan nikah. Gue udah punya segalanya, dan gak butuh laki-laki." Kayla Safitri.

"Namanya juga jatuh cinta. Gak memandang kasta, dan usia. Intinya, gue cinta sama Mbak-mbak di butik itu." Satria Aditama.

"Meskipun aku tahu tingkahku menyakiti kamu, tapi aku berharap ada satu kesempatan untuk aku." Alfa Satya.

chap-preview
Pratinjau gratis
prolog
Kayla Safitri, perempuan mandiri berusia 23 tahun. Sudah memiliki bisnis Butik, dan MUA. Ia dikenal karena Butik yang ia suguhkan sangat menarik hati para pelanggan. Selain itu, Kayla merupakan MUA profesional. Banyak orang yang sudah memakai jasanya, termasuk para artis, dan para pengantinpun banyak yang memakai jasa Kayla. Dua tahun menjomblo karena gagal menikah membuat dirinya betah dengan kesendirian, dan menyisakkan trauma. Ketika Hana, dan Fitri sahabat Kayla.  Menyuruhnya menikah,  Kayla selalu membantah, ketika Fitri, dan Hana berusaha menjodohkan Kayla dengan pengusaha, dan konglomerat. Kayla selalu menolak, dengan berkata dalam hati. "Mau DPR, MPR, Menteri Perhutani, gue gak akan nikah. Gue udah punya segalanya, dan gak butuh laki-laki." Keras kepala, dan selalu berpikir kritis, itulah Kayla. Baginya, laki-laki semua sama. Tak ada yang bisa dipercaya. Bahasa gaulnya sekarang adalah ... Fucekboy, eh fuckboy. Kayla selalu berpikir, setiap laki-laki yang mengejarnya hanya ingin memanfaatkan dirinya, dan ia juga berpikir pacaran lama gak menjamin bisa bersama. Keributan di lantai bawah membuyarkan lamunan Kayla yang sedang berkutat pada Laptop. Suara geraman wanita, sangat menganggu telinganya. Akhirnya, Kayla memutuskan untuk turun, dan melihat apa yang sedang terjadi. Nampak Fitri, dan Riza yang terlihat panik, karena kehadiran ibu-ibu bergamis, ditemani anak gadis berseragam, dan juga pemuda berkemeja putih, bercelana kerja hitam. "Pokonya, kamu harus tanggung jawab! Bulan depan harus nikahin anak saya!" kata Ibu-ibu itu. "Saya gak salah. Kenapa saya harus nikahin anak tante?" bantah pemuda berkemeja hitam itu. "Pokonya, kamu harus tanggung jawab! Ini semua karena kamu," kata ibu-ibu itu lagi tak mau mengalah. Kayla yang pusing akhirnya menemui orang-orang yang tengah berdebat itu. "Kenapa, Fit?" tanya Kayla pada Fitri. "Gue gak tau, Kay. Dari tadi gue tanyain malah gak gubris, malah marah-marah mulu," jawab Fitri. "Lagi PMS kali tu emak-emak," timpal Riza. Dengan sifat profesional, akhirnya Kayla turun tangan. "Maaf ibu, ada yang bisa kami bantu?" tanya Kayla lembut. Akhirnya, ibu-ibu bergamis itu melirik ke arah Kayla. "Gini, mbak. Anak saya bulan depan mau menikah. Katanya butik ini butik berkualitas. Saya mau anak saya dicarikan gaun pengantin terbaik," kata ibu itu. Sedangkan gadis yang memakai seragam hanya menunduk. "Mbak! Gue gak mau nikah sama dia. Gue gak salah!" bantah pemuda berkemeja putih. "Tenang, ya. Mohon maaf, ibu mau cari gaun pengantin yang seperti apa?" tanya Nadin. Ibu-ibu itu mengoceh, ingin gaun pengantin seperti gaun Syarhrini yang cetar membahana. Kayla menyuruh Fitri agar menemani ibu, dan anak itu memilih gaun. Sedangkan Kayla, perempuan itu menarik pemuda berkemeja putih. Kayla merasa penasaran, ada apa sebenarnya? Kenapa telihat bentrok, dan tak senang. "Nama kamu siapa?" tanya Kayla. "Satria," jawab pemuda yang mengaku memiliki nama Satria itu. Kayla memerhatikan wajah Satria, yang sepertinya usianya terlihat masih di bawahnya. "Umur gue baru sembilan belas tahun, bulan ini baru mau dua puluh tahun, dan gue udah disuruh nikahin anak orang, mbak. Bingung banget sumpah," kata Satria seolah mengadu pada Kayla.   . Benar dugaan Kayla, jika Satria adalah berondong. Meskipun pawakannya besar, tinggi. Tapi, wajahnya masih terlihat gemoy. "Kamu hamilin dia?" tanya Kayla hati-hati. "Enak aja. Nyentuh aja kagak. Gimana bisa hamil? Gini-gini, gue masih waras, mbak. Masih pengen kerja. Ini juga tadi tante-tante datang ke kerjaan gue, padahal gue lagi masa training. Gila banget sumpah, gue difitnah ngebuntingin anak orang." Kayla merasa bersalah atas pertanyaannya, sekaligus merasa kasihan, dan lucu. Ia jadi flashback tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Ketika Glen di suruh untuk bertanggung jawab, dan menikahi Jessie. Ketika ingin bertanya lebih jauh, tetiba ibu-ibu itu datang. Kayla melihat raut wajah Fitri yang kesal. "Kalau gak ada yang kaya Syahrini, yang kaya punya rancangan Ivan Gunawan aja, deh, gimana?" tanya ibu-ibu. "Bu. Mending pesen aja sana ke Ivan Gunawannya langsung. Kayaknya ibu salah tempat, deh," kata Fitri jengkel. "Ya udah, yok. Kita cari ke tempat lain. Katanya di sini butik terbaik, tapi nyatanya apa? Bukan terbaik, tapi malah terbalik," tutur ibu-ibu itu menyebalkan. Fitri semakin geram, ingin menjambak tapi Kayla menahannya. "Heh ... Satria! Awas ya kalau kamu kabur! Ayo ikut sekarang!"kata Ibu-ibu itu, kemudian pergi. "Buntingin aja kagak, kenapa gue yang tanggung jawab? Aneh gila tu Tante girang," kata Satria. Ketika Satria ingin pergi, tetiba Kayla menarik lengan pemuda itu, dan memberi kartu namanya. "Aku bakal bantu kamu! Jangan sungkan hubungi aku, ya?" Satria tersenyum, dan mengangguk. "Makasih, mbak cantik." ****                

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook