Teriris, tersayat-sayat bagai kain yang tercabik-cabik. Itulah yang sekarang dirasakan oleh Renata.
Benar yang dikatakan oleh pepatah, bahwa daripada sakit hati maka lebih baik sakit gigi karena memang begitu perih, sangat perih rasanya hati ini bagai bara api yang bergejolak dalam jiwa.
Malam itu Shila menceritakan kepada Renata bahwa ia sekarang telah jadian dengan seorang cowok yang sudah lama ia idolakan. Cowok itu tak lain adalah Deon, dan siapa yang menyangka jika teman dekatnya ini juga menaruh hati kepada lelaki pujaannya.
Ya Deon, cowok tampan yang selama ini selalu menaungi hati Renata Olivia. Pupus sudah harapan Renata untuk bisa mendapatkan hati seorang Deon yang nyatanya sekarang Deon Herlambang lebih memilih menambatkan hatinya kepada Shila Prameswari yang tak lain adalah teman sekolah Renata. Shila dan Renata sudah selayaknya dua sejoli yang sedari dulu hubungan mereka begitu akrab. Entah bagaimana kedepannya Renata akan bersikap kepada Shila nantinya, yang jelas sekarang Renata ingin rasanya berteriak sekencang-kencangnya.
Terdengar bunyi lagu dari Westlife, group musik barat yang berjudul ‘My Love’ menandakan ada pesan masuk pada Hp milik Renata. Gadis cantik itu akhirnya mengambil benda pipih yang tergeletak di atas nakas. Terdapat nama Shila di layar HP miliknya.
Shila
Hai Ren ...
Renata
Hai Shil, tumben nih nongol ada apaan? Kok kayaknya lagi senang banget.
Shila
Kamu tuh ya Ren memang teman yang super duper pengertian deh, tahu saja kalau aku lagi senang.
Renata
Ya tahulah aku gitu, hahaha. Memang senang kenapa sih sampai segitunya? Dapat durian runtuh?
Shila
Lebih dari itu Ren malahan.
Renata
Apaan sih bikin orang penasaran saja kamu Shil.
Shila
Aku sekarang sudah jadian sama cowok yang aku ceritain kemarin Ren, cowok yang selama ini aku idamakan.
Renata
Seriously?
Shila
Iyes serius Ren makanya aku senang banget.
Renata
Wah selamat ya Shil semoga hubungan kamu langgeng, jangan lupa nih makan-makannya hahaha.
Shila
Makasih Ren ini juga berkat do'a kamu semoga kamu juga segera jadian sama cowok yang kamu pernah ceritain itu ya. Kalau masalah makan beres mah, kalau itu kita tinggal atur waktu saja kamu mau makan apa saja terserah, aku yang traktir.
Renata
Amin minta do'anya ya semoga itu cowok bisa peka dengan apa yang aku rasain sekarang.
Shila
Pasti aku do'akan kamu Ren. Eh Sabtu minggu depan kamu masuk apa Ren temani aku keluar dong mumpung aku Sabtu besok libur.
Renata
Wah kok kebetulan besok Sabtu aku juga libur nih, kok pas banget ya. Kalau gitu gimana kalau sekalian makan-makan, 'kan kamu janji mau traktir aku, wkwkwkwk.
Shila
Boleh sekalian aku mau cerita banyak, pasti seru kalau ketemu langsung gitu.
Renata
Ok see you tomorrow Shila sayang aku jemput kamu besok Sabtu jam sepuluh pagi.
Shila
Ok, Ren bye.
***
Flasback On
Siang itu Renata dan Shila sedang berada di sebuah warung makan untuk mengisi perut, karena sedari tadi pagi mereka asyik berjalan-jalan mengelilingi kota. Hingga akhirnya mereka berdua memantabkan untuk mengunjungi sebuah warung makan yang ada di kota tersebut dengan menu andalan pecel.
"Ren aku tu sekarang lagi senang banget rasanya."
"Seseneng itu ya Shil sampai harus senyum-senyum kaya orang gila? Memangnya senang kenapa sih? Dapat durian runtuh?" Celetuk Renata tiba-tiba.
"Lebih dari durian runtuh ini Ren, aku lagi mengagumi seseorang tapi aku tidak tahu apakah orang itu juga merasakan hal yang sama sepertiku juga apa tidak, yang jelas aku tergila-gila kepadanya."
"Ampun sampai segitunya ya? Eh tapi by the way kamu kok bisa samaan sih seperti aku Shil?"
"Maksudnya Ren?"
"Iya samaan, jadi ceritanya aku sekarang juga sedang mengagumi seseorang, tapi aku tidak tahu perasaan orang itu ke aku gimana dan sekarang malah ada yang menyatakan cinta ke aku, cuma aku tidak ada rasa apapun kepadanya."
"What? Trus gimana nasib tuh orang yang suka padamu Ren?"
"Ya itu yang buat aku bingung sekarang."
"Dasar kamu itu Ren, ‘kan kasihan itu orang kamu gantungin."
"Ya gimana Shil aku sudah berusaha membuka hati kepadanya tapi aku belum bisa, aku selalu terbayang-bayang sama seseorang yang aku kagumi selama ini."
"Kamu sholat istikharah sana biar lebih tenang dan bisa dapat jawaban yang terbaik dari Allah."
"Iya kamu benar juga Shil, tumben bijak kamu saat ini."
"Ya iyalah siapa dulu Shila gitu, hahaha. Eh kalau menurut kamu aku salah nggak sih Ren jatuh cinta?"
"Ya nggak lah Shil, hak kamu mau jatuh cinta kepada siapa, karena cinta itu seperti jalangkung datang tak dijemput pulang tak diantar. Cinta datang tanpa mengenal waktu, tumbuh dalam hati siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tuhan memberikan rasa itu agar kita tahu betapa damainya hati kita ketika dia tumbuh menyusurui setiap inci aliran darah yang ada dalam diri kita. CINTA, yah satu kata yang bisa membuat kita terbuai olehnya dan bisa membuat hidup lebih berwarna, apalagi jika kita bisa hidup bersama dengan orang yang kita sayang."
"So sweet banget sih kamu Ren, bisanya ngeluarin kalimat sepuitis itu."
"Ya itu dari hati terdalamku Shil, aku berharap bisa bersatu dengan orang yang aku cinta, aku berharap lelaki yang aku dambakan juga merasakan hal yang sama, jadi cintaku tidak bertepuk sebelah tangan."
"Aku do'akan Ren semoga kamu bisa bersatu dengan orang yang kamu kagumi."
"Makasih ya Shil semoga kamu juga bisa bersatu dengan orang yang kamu kagumi saat ini."
***
Flashback Off
Hari ini Renata dan Shila sudah janjian untuk main bersama, jam dinding telah menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi dan saat itu Renata telah memanaskan sepeda motornya, kemudian bersiap-siap untuk menjemput Shila. Jarak rumah mereka berdua tidak terlalu jauh hanya lima kilometer, cukup ditempuh dengan perjalanan kurang lebih lima belas menit. Renata yang saat itu memakai atasan cardigan casual berwarna biru putih dengan bawahan celana jeans serta sepatu kets berwarna biru berbalut putih yang menjadikan Renata terlihat begitu anggun dan menawan.
Tak lama kemudian Renata berpamitan kepada mamanya dan bergegas untuk menuju ke rumah Shila. Sesampainya di rumah Shila tidak butuh waktu lama untuk menunggu Shila keluar karena memang sedari tadi Shila sudah bersiap-siap dan menunggu Renata. Akhirnya mereka berdua berpamitan kepada Sovia mamanya Shila.
"Woi Shil kita mau kemana nih sekarang? 'Kan kamu duluan yang punya ide untuk pergi keluar, pasti kamu sudah ada bayangan tempat mana yang akan dituju."
"Ngemall yuk, nanti kita ke food courtnya, aku pengen traktir kamu. Kamu mau makan apa saja terserah, aku yang bayarin ntar."
"Wih sumringah banget kelihatannya dan bau-baunya aku akan dapat peje nih, hahaha."
"Iya begitulah."
"Seriously Shil? Kamu sudah jadian sama cowok yang kamu ceritain waktu itu?"
"Iya Ren kemarin dia nembak aku?"
"Daebak ... Selamat ya Shila aku ikut senang sekali dengarnya, semoga kamu langgeng ya sampai pelaminan dan hanya maut yang bisa memisahkan."
"Terimakasih banyak ya Ren do'anya dan aku do'akan kamu juga cepat-cepat bisa bersatu dengan cowok yang kamu kagumi kemarin."
"Amin semoga do'a yang baik diijabah sama Allah. Eh by the way kapan nih mau kenalin calonnya ke aku?"
"Iya Ren pasti nanti aku kenalin ke kamu, aku punya foto dia nanti aku kasih tau kamu deh, tapi kamu janji dulu jangan ngiler sama ketampanannya."
"Nggak mungkin ngiler pasti juga tampan orang yang aku kagumi, weeekkkk."
"Terserah deh Ren yang penting dia paling tampan bagiku."
"Ya karna dia pacar kamu makanya kamu belain, hahaha. " balas Renata sedikit mengejek.
***
Untuk sampai di Matahari plaza butuh waktu satu jam dari rumah Shila, dan saat itu Renata dan Shila sudah sampai di parkiran dan segera masuk ke dalam mall.
"Shil mau jalan-jalan dulu atau langsung ke food court?"
"Ke food court saja yuk aku tahu kok kamu pasti sudah lapar kan?"
"Hahaha tau saja kamu Shil."
"Dasar kamu ini Ren kalau soal makan saja nomor satu."
"Ya jelas dong, ‘kan hidup itu untuk makan.”
"Kalau hidup cuma untuk makan orang hutan juga hidup Ren, berarti kamu mirip sama orang hutan, hahaha." Goda Shila kepada sahabatnya ini sambil lari menjauhi Renata
"Sialan kamu Shil nyamain aku sama orang hutan, awas ya kalau ketangkap aku jitak kamu." gerutu Renata
***
Sesampai di food court Renata langsung memesan nasi goreng gila alias nasi goreng super pedas dan segelas orange jus, sedangkan Shila memesan semangkuk bakso dan lemon tea.
"Ren kamu yakin mau pesan nasi goreng gila? Pedas banget lo itu."
"Yakin Shil aku lagi pengen yang pedas-pedas."
Beberapa saat kemudian waiters mengantarkan pesanan mereka.
"Silahkan kak, selamat menikmati." waiters menyodorkan pesanan ke meja.
"Makasih ya mbak." timpal Renata dan Shila hampir bebarengan.
"Gimana ceritanya nih Shil kamu bisa jadian sama cowok idamanmu? bagi tips dong biar nanti nular sama aku." Renata sambil menyendok nasi goreng pesanannya dan memakannya dengan lahap.
"Ya gimana ya Ren aku sama dia sering chat gitu, sering nanya kabar dan nggak taunya tuh cowok ada perasaan yang sama seperti aku hingga akhirnya kemarin dia nembak aku."
"Beruntung banget ya kamu Shil."
"Iya Ren aku bersyukur sekali bisa dekat dan jadian sama dia. Oh iya bentar aku ambil handphone di tas dulu, 'kan tadi aku janji mau kasih tau fotonya ke kamu." Shila sembari menggeledah seisi tasnya untuk mengambil hpnya.
Bebeapa saat kemudian dia menunjukkan sebuah foto cowok ke hadapan Renata, dan betapa terkejutnya Renata yang sedang menyantap nasi gorengnya melihat itu foto hingga membuatnya matanya melotot dan batuk tersedak-sedak.
"Uhuk uhuk ... uhuk uhuk ...."
"Ya ampun Ren pelan-pelan kenapa makannya." Shila mengambilkan minum untuk temannya ini.
"Iya aku kelaparan soalnya, o itu ya pacar kamu Shil?"
"Iya Ren, gimana menurutmu? Tampan kan?"
"Mmmmm gimana ya? Lumayanlah, hahaha."
"Jangan sampai kamu kepincut lihat fotonya, dia milikku Ren, hahaha just kidding." Shila mengangkat kedua jarinya membentuk peace tanda dia ingin berdamai dengan sahabatnya ini."
"Iya, eh aku pamit ke toilet dulu ya kebelet."
"Iya jangan lama-lama ya Ren."
***
Renata POV
Tuhan kenapa akhir kisahku seperti ini? Deon, iya Deon lelaki yang aku kagumi selama ini sudah jadian sama sahabatku sendiri. Aku tidak menyangka ternyata lelaki yang diceritain Shila selama ini adalah Deon, satu-satunya orang yang selalu mengisi hatiku. Apa ini artinya aku harus memulai hidup baru dan benar-benar membuka hati lebar-lebar untuk Billy?
Sakit ... sakit sekali rasanya ketika aku harus tau semua ini. Hidup ini rasanya tidak adil, aku yang punya sejuta hati untuk Deon tapi aku malah dapat serpihan perih. Aku juga tidak mungkin cerita ke Shila kalau sebenarnya orang yang aku kagumi selama ini adalah lelaki yang sekarang menjadi bagian dari hidupnya.
Aku akan berusaha tegar walau sebenarnya aku rapuh saat ini, karena bagaimana pun juga aku akan bahagia jika melihat orang yang aku sayang bisa bahagia dengan orang lain, walaupun itu harus dengan teman aku sendiri, karena yang namaya cinta tidak bisa dipaksakan. Aku akan mencintaimu dengan caraku sendiri Deon, walaupun aku tidak bisa memiliki ragamu tapi aku senang sudah bisa mengenalmu saat ini.
Meskipun aku mencoba mengarungi ribuan mill di lautan untuk mencari mutiara yang indah, tapi jika mutiara itu bukan hak kita maka tidak akan pernah kita menemukannya. Sama seperti cinta, meskipun kita begitu menggebu-gebu untuk mencintainya dan berusaha untuk mendapatkan cinta itu, tapi jika dia bukan kunci kita, maka sampai kapan pun kita tidak akan pernah bisa menyatu. Sebab gembok itu akan bersatu dengan kunci yang pas. Cinta mengajarkanku untuk berkorban karena sejatinya pengorbanan itu akan berbuah manis ke depannya hingga saatnya kebahagiaan itu datang.