bc

Dia [Bukan] Adikku

book_age18+
2.1K
IKUTI
11.6K
BACA
sex
scandal
stepbrother
drama
intersex
like
intro-logo
Uraian

[ Cerita ini sudah selesai ( Tamat ) ]

Harap bijak dalam membaca, cerita ini mengandung unsur dewasa 21+. Cerita di khususkan bagi pembaca yang sudah dewasa.

Bagaimana bisa cinta terlarang itu terjadi, antara kakak dan adiknya sendiri.

Hendrik Mahameru, pria dewasa berusia berusia 30 tahun yang masih betah melajang dan tidak pernah terlihat memiliki pasangan, akhirnya sang papa menjodohkannya dengan anak gadis salah satu rekan bisnisnya.

Hardin Mahameru, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Pria tampan banyak di gandrunngi para gadis ini, merupakan kekasih dari salah satu sahabat adiknya sendiri. Ia sangat menyayangi sang adik dari apapun di dunia ini, karena baginya menjaga sang adik itu sebuah tanggung jawab yang wajib ia lakoni.

Mariana Mahameru, yang biasa akrab di sapa Ana ini anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya yang sangat tampan membuat iri teman temannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
1
Pagi itu masih di selimuti kabut yang tebal di perumahan elit tengah kota. Wanita yang masih ayu membawa nampan berisi segelas kopi untuk suaminya yang kebetulan bekerja satu rumah pengusaha sebagai satpam, panggil saja bi Yati. " Mas ini kopinya." suguhnya pada suami yang berada di pos satpam " letakkan di meja dik." Mang Danang sang suami membuka matanya yang masih berat untuk di buka sambil mengusap kedua bahunya dengan tangan karena suhu yang masih dingin. Saat bi Yati hendak balik ke dapur dalam rumah, suara tangisan bayi terdengar begitu nyaring di depan gerbang, bi Yati melempar pandangan pada suaminya, mata yang tadinya masih malas untuk terbuka kini dengan cerahnya melotot pada istrinya. " bayi siapa dik ?." tanyanya, tanpa ada jawaban bi Yati langsung membuka gerbang menghampiri sumber tangisan bayi itu. Terlihat jelas bayi yang masih berlumuran darah itu di letakkan dalam kardus samping tempat sampah. Tidak tega melihatnya, bi Yati yang setengah panik langsung menggendong bayi itu. Tanpa berfikir panjang bi Yati membawa bayi itu dalam rumah majikannya di ikuti mang Danang dari belakang yang setengah berlari mensejajarkan langka istrinya. Seketika rumah megah itu menjadi gaduh, suara tangisan bayi itu tidak bisa berhenti. Pelayan lainnya ikut masuk dalam rumah. Wanita cantik yang masih memakai piyama menghampiri bayi itu. " bayi siapa ini bi ?." tanya Shopia nyonya di rumah itu " saya melihat di samping tempat sampah Nya, maaf saya lancang saya tidak tega." Shopia menekan dadanya sejenak melihat kondisi bayi dalam gendongan pelayannya itu. Hatinya tersentak untuk meraih bayi itu berada dalam gendongannya, buih air mata tanpa sadar menetes. " cepat ambilkan air hangat bi, ambil perlengkapan bayi yang masih tersisa di kamar Hardin." perintahnya dengan tegas. Kedua pelayan langsung saja berhamburan sesuai permintaan. Langkah kaki turun dari tangga, " bayi siapa mah ?." suara pria tidak lain adalah suami shopia datang. " entahlah pah, bi Yati menemukan di samping tempat sampah depan rumah." Alex Mahameru menatap bayi itu ibah. " perbuatan hewan mana yang tega membuang bayi yang baru lahir beberapa jam ini." ucapnya geram. Setelah di mandikan dan di ganti bajunya, bayi itu tertidur pulas dalam pangkuan Shopia dengan t***k yang masih menempel di mulut bayi itu. Kebetulan juga Shopia yang belum lama ini menyusui anak keduanya yang masih berumur 2 tahun. Kabut semakin hilang terpancar sinar mentari yang begitu hangat. 2 anak kecil turun dari tangga, yang 1 sekitar umur 10 tahun sedang menggendong adik laki lakinya yang masih berusia 2 tahun. Sampai di sofa, anak pertama Shopia mengerutkan dahinya. Sang adik dengan girangnya turun dari gendongan kakaknya. " mamah, ini adik Haldin." Hardin begitu antusias melihat bayi mungil nan cantik itu sedang di susui mamahnya. " Hardin mau adik ?" di balas anggukan penuh semangat oleh putranya sedangkan sang kakak yang pandai diam hanya menatap dengan wajah datar saja tanpa ekspresi. Seminggu setelah itu, bayi cantik telah resmi menjadi anak dari Alex dan Shopia. Di gedung menjulang tinggi ada ruangan kantor yang menghadap tepat ke jalan raya, seorang pria tampan yang gagah memegangi ponselnya yang tidak ada henti. Matanya menatap kendaraan berlalu lalang di bawah sana bak miniatur dalam permainan ular tangga tapi hati dan pikirannya entah kemana. Pintu di ketuk dari luar membuyarkan lamunannya dari sejam yang lalu. Pria itu kembali ke meja kerjanya, menggulung lengan kemeja sampai di siku memperlihatkan beberapa goresan tinta di tangannya. Di daratan bokongnya di kursi paling empuk mungkin dalam kantor itu. Tamunya sudah duduk tidak kalah gagah di sebrang mejanya. " kamu nanti pulang kantor langsung jemput Alya saja, ini perintah mamahmu." ucap pria paruh baya depannya " dalam acara apa pah ?." Hendrik penasaran pasalnya tidak ada acara apa apa untuk menghadirkan tunangannya itu. Karena Hendrik merasa keputusannya sudah final seminggu yang lalu bahwa dia menerima perjodohannya dengan Alya anak rekan bisnis papahnya, tapi dengan syarat Hendrik ingin waktu tidak kurang satu tahun untuk belajar mencintai Alya itu alasannya. Itu kenyataannya atau hanya alasan untuk mengulur waktu saja, hanya Hendrik yang tau. " apa kau lupa ini hari ulang tahun adikmu sekalian merayakan kelulusannya." Andai tidak ada papahnya mungkin Hendrik akan menepuk keningnya karena lupa akan ulang tahun adik cantiknya. " ini surprise buat Ana, dia tidak tau rencana mamahmu. Bahkan Hardin saja tidak di beri tahu mamahmu takutnya nanti adikmu itu akan bilang pada Ana." Handrik mengangguk yakin. Selepas keluarnya Alan dari kantor Hendrik, otak Hendrik menyusun rencana kado spesial untuk adik cantik kesayangannya itu. Restoran milik salah satu rekan bisnis Mahameru menutup sejak sore tadi karena Alan dan Shopia sudah memesan tempat itu khusus untuk keluarganya. Semua anggota keluarga sudah berkumpul kecuali Shopia dan Ana. Tidak lama pintu terbuka, sosok Ana yang memakai gaun putih tulang sebatas lutut dengan hiasan rambut ala princess masuk di gandeng sang mamah. Sepasang mata menatapnya dengan takjub tak mau berkedip sekali saja, jantungnya kembali tidak aman. Hardin melebarkan kakinya menyambut sang adik tersayangnya, menghamburkan pelukan pada sang adik. " happy birthday princess Mahameru." seru Hardin mencubit pipi Ana dengan gemas. Ana yang kaget mengeluh kesakitan karena ulah kakanya, di usap pipinya yang sedikit merah karena bekas cubitan. Langkah Ana yakin menghampiri papahnya, dan menghamburkan pelukan di d**a sang papah. " Happy birthday princess papah." di cium berulang ulang kali kepala anak gadisnya itu. " terima kasih papah, mah." Ana merasa terharu serta bahagia di kelilingi keluarga yang begitu menyayanginya dan mencintainya. Ana yang berada di tengah di peluk mamah dan papahnya, Hardin yang merasa iri pun ikut memeluk Ana. Hanya Hendrik yang masih diam mematung melihat anggota keluarganya tanpa ada satu kata apapun sedari tadi, matanya memanas melihat gaun model apa yang di pakaikan mamahnya untuk Ana saat ini. Gaun yang begitu cantik dari depan malah terbuka bagian punggungnya. Setelah sesi pelukan barulah Hendrik memberi ucapan selamat ulang tahun untuk adiknya di ikuti Alya selanjutnya. Pada saat Ana akan berdoa untuk hal yang terbaik setahun kedepan di hari ulang tahunnya pintu kembali terbuka, " maaf telat." suara pria dengan rasa bersalah sedang mengatur nafasnya karena berlarian tadi. Tangan Hendrik mengepal melihat siapa yang datang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
63.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook