34

1416 Kata

Ana mulai membuka matanya secara berlahan, kepalanya masih pusing. Matanya menelisik sekitarnya, bukan kamarnya dan juga buka kamar suaminya, cat tembok berwarna putih dan tirai jendela berwarna biru muda bisa Ana pastikan ia di rumah sakit. Tangannya bergerak tapi ada yang tertahan. Ternyata Aska sedang tertidur di kursi memegangi tangannya. Ia pun tersenyum, dan mengusap rambut Aska lembut. Ia mengingat kejadian tadi siang. Aska yang merasa rambutnya ada yang mengusap ia terbangun. " sudah bangun sayang." Ana tersenyum " ada yang masih sakit." Ana menggeleng " makasih kak." " Hardin sudah mengurusi b******n itu sayang. lapar mau makan apa ?." Ana menggeleng " Ana tidak lapar kak, tapi Ana pengen pulang." " ya besok sayang, dokter juga bilang tidak apa kok. Hanya saja kamu terben

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN