37

1407 Kata

Ana duduk termenung mendengar ucapan Aska, kecewa sudah pasti. Hari yang di nantikan telah gagal. Aska membatalkan pesta pernikahannya. " Ana yakin dalam 2 Minggu kakak sudah bisa jalan tidak perlu harus membatalkan pesta pernikahan kita." protes Ana " tidak, aku tetap menunda pesta kita An." Bahkan Aska tak mampu pandangan mata dengan Ana saat bicara. Di sini Aska yang tersiksa, kebahagiaan yang ia bayangkan bisa hidup bersama Ana kini sirna sudah. Tidak mungkin Aska menikahi adiknya sendiri. " pulanglah ke rumah mu. Beri aku waktu untuk berfikir." " kakak mengusir Ana." Bahkan Ana tidak percaya Aska mengusirnya Ada apa dengan suaminya, seminggu tanpa kabar sekarang malah sikap suaminya berubah. Apa benar apa yang di katakan kakaknya, bahwa Aska tidak sebaik pandangannya. " perg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN