“Kenapa belum tidur?” tanya Arjun setengah berbisik. Hening menjadi jeda sehingga hanya bisik pun ia yakin Dewi pasti mendengarnya. “Gimana mau tidur kalau dipeluk begini?” Arjun melepas pelukannya, tetapi tangan masih memegangi bahu istrinya. “Bukan sekarang. Maksudku dari tadi kenapa belum tidur?” Ia memandang lekat wajah Dewi. Wanita yang akhir-akhir ini dilihatnya semakin hari terlihat banyak perubahan. Ia semakin menarik. “Belum mengantuk. Tapi sekarang udah ngantuk kok.” Dewi buru-buru mundur, lalu menaiki sofa. “Selamat malam, Mas ....” Sontak Arjun terkejut mendengar ucapan Dewi. “Tumben ngasih ucapan selamat malam?” “Imas baru saja mengajakku menonton drama Korea.” “Terus?” “Ya itu tadi hasilnya.” “Oh, jadi gara-gara Drakor doang nih.” “Iyalah, apalagi?” “Oke ... ka

