Setiap kata yang keluar dari bibir Dewi didengar dengan santai. Kadang-kadang menanggapi dengan tawaan kecil, kadang-kadang dengan pertanyaan ringan sebagai respons sebuah tanggapan. Pada akhirnya, kedua insan terlibat percakapan yang menyenangkan. Dewi terus menceritakan bagaimana teman-temannya menyambut kedatangannya pagi tadi. “Ada yang bilang anaknya suka, ibunya suka, bahkan ada yang sengaja disisakan sampai hari ini.” Matanya berbinar menunjukkan betapa Dewi sangat senang pada keberhasilan Arjun membalikkan hati teman-temannya. “Tapi aku bingung pas ditanya, pekerjaan keluargamu apa sampai bisa membelikan paket makanan mahal dari restoran terkenal?” “Kamu jawab apa?” tanya Arjun. “Aku jawab, kakakku seorang pengusaha.” “Kakak? Kakak yang mana?” “Mas Arjun itulah, yang mana l

