“Turunlah. Pikirkan baik-baik cara menyampaikan kabar itu pada Dewi. Atau kalau kamu tidak sanggup, datangi saja Vera.” Ansori memberikan saran. Arjun bagai memikul beban melebihi bobot tubuhnya. “Heh, Dewi tuh!” tegur Ansori. Keduanya menoleh. Dewi di depan pintu berjalan menuju halaman. “Aku turun. Kabari kalau ada perkembangan apapun,” ucap Arjun. “Nggak salah? Bukannya aku yang mestinya bilang begitu?” “Iya, ya.” Arjun menggaruk-garuk kepalanya. Dewi semakin mendekat, Arjun pun segera turun, dan Ansori membawa mobilnya pergi. “Dari mana sih, Mas? Penting banget sepertinya?” tanya Dewi. “Dari ....” Arjun menggaruk kepalanya. “Ada urusan sedikit,” sambungnya sambil menggandeng Dewi. "Kayaknya penting sekali." “Kenapa belum tidur. Aku bilang nggak usah menungguku.” Arjun mengal

