“Saya meminta padamu agar segera menceraikan Dewi.” Mendengar permintaan Arnold, tiba-tiba ada yang melesat memasuki dadanya. Semacam bola api yang mulai memanasi hatinya. “Kamu tau Chef Arnold yang terhormat, masalah perceraian ini adalah murni masalah yang harus kami bahas berdua. Hanya aku dan Dewi saja, kamu tidak berhak mengurusinya apalagi sampai repot-repot menekanku seperti ini.” “Aku punya hak karena Dewi orang yang saya cintai,” bantah Arnold dengan suara datar. Meskipun begitu, Arjun mendengarnya seperti petir menggelegar. “Kamu yakin Dewi juga mencintai kamu?” “Ya, tentu saja.” “Apa kamu juga yakin kalau dia setuju dengan usulanmu saat ini?” “Kenapa tidak? Kami saling mencintai. Sudah sepantasnya kami saling memiliki. Makanya, setelah urusannya denganmu selesai, saya aka

