Siluman Penghianat

1667 Kata

Di mulut memang sudah mengatakan ikhlas untuk melepas pergi. Tapi, dalam hati tetap saja terasa amat berat dan bahkan tidak rela sama sekali jika itu terjadi. Rasanya amat sakit saat melihat pemuda yang dicintai, tengah bersiap untuk melangkah pergi. Bertaruh nyawa untuk menemukan sebuah benda agar bisa menikah dengan gadis yang dicintai. Sudahlah raga tidak bisa bersatu, kini perasaan pun tidak bisa saling akur agar bisa hidup bersama. "Terima kasih atas bantuanmu selama ini," ucap Varong seraya merungkukkan tubuhnya. Setelah selesai berkemas dan kini ia sudah siap untuk memulai perjalanan. Tubuh dan tiga benda pusaka titipan sang ayah sudah kembali seperti semula. Dan Itu semua berkat Laila. Berkat ketulusannya membantu dan mengabaikan rasa takut saat Varong ingin mendapatkan darah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN