Selepas pesawat yang membawanya terbang dari Texas mendarat mulus di bandara Jhon F. Kennedy, secepat mungkin Evan berlari menuju basemen. Suara bip mobil Ranger Over hitam berbunyi di salah satu blok basemen, dia melirik sekilas jam Rolex di tangan kiri yang sudah menunjukkan pukul 8.20 pagi. Dering ponselnya membuyarkan pikiran Evan. Dia mendesis kala nama Lola terpampang di layar, detak jantungnya semakin bertalu-talu terutama kondisi Brave yang semalam mendadak demam tinggi disertai muntah hampir lima kali. Entah apa yang anaknya makan, padahal Evan sudah meminta agar Gwen menjaga Brave dengan baik. "Bagaimana keadaannya?" tanya Evan, membuka pintu mobil dan memasukkan kunci dengan gantungan dompet kulit kecil. "Apa demamnya turun?" "Demamnya naik turun. Dia baru saja muntah

