Chapter 27

1613 Kata

"Katakan!" seru Evan tak sabar membuat Brave menggeliat bangun. "Kau membuat anakmu bangun!" Sophie melepas cengkeraman Evan di tangannya, mengusap bekas memerah di pergelangan tangan itu. Brave yang tadinya sedang terbuai dalam mimpi, merasa terusik dengan suara. Dibuka kedua matanya sambil menguap lebar dan menangkap sosok gadis yang sudah beberapa minggu menghilang. Rasa rindu yang terpendam begitu dalam membuat bibir mungil Brave melengkung ke bawah. Sophie terpaku menatap kedua mata Brave yang langsung berkaca-kaca. Evan bangkit, mendekati anak lelakinya lalu menoleh kepada Sophie dan berkata, "Apa kau akan meninggalkannya lagi?" "Mom.... " panggil Brave dengan terisak. "Jangan pergi." Hati siapa yang tidak teriris kala melihat anak yang sedang terbaring sakit, memohon pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN