Kini, Helena dan Jack sudah ada di ruangan megah milik Jack. Helena yang merasa penasaran, melihat ke semua arah sambil berdecak kagum dengan isi ruangan tersebut. Ruangan yang terasa nyaman itu membuat Helena sedikit betah di sana, setidaknya ia tidak dikurung di Mansion milik Jack. “Jack, apa perusahaanmu berjalan lancar?” tanya Helena penasaran. “Hmm,” jawab Jack singkat tanpa menoleh ke arah Helena sedikit pun, karena pria itu terlalu sibuk dengan layar monitor mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk. “Jack,” panggil Helena kesal karena merasa diabaikan. Wanita itu lama-lama merasa bosan karena terus diabaikan oleh Jack. Apalagi ia tidak memegang ponsel untuk mengurangi rasa bosannya. “Akhh! Perutku sakit!” ringis Helena, sengaja memancing Jack, dan benar saja, pria itu langsung

