FOURTY NINE

1820 Kata

“Sayang?” tanya Wafda sekali lagi yang membuyarkan lamunannya. “Aku takut ini semua terburu-buru Wafd. Kita jalani step by stepnya saja ya.” Jawba Aira tersenyum tipis. “Baiklah, Bu, Mah. Airanya menolak untuk Wafda nikahi. Jadi kita tunangan dulu saja ya.” Dengan wajah sedikit cemberut karna mendapatkan sedikit penolakan dari wanitanya. “Bukan nolak Sayang. Tapi jangan terlalu terburu-buru aku ingin semuanya tuh berjalan seperti yang kita inginkan.” Kata Aira berusaha menenangkan Wafda yang tampak sedikit merajuk.   “Ya sudah, aku cuma mau bilang itu saja ya Bu, Mah. Nanti untuk detail tanggalnya aku infokan lagi. Karna aku harus sinkronkan jadwalku dengan Riman. Terutama untuk Willa, tolong ubah jadwal ya dan sesuaikan setelahnya.” Pinta Wafda. “Okehh Kakakku,” kata Willa menyahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN