“Tapi apa tidak ada setitik rasa cintamu untukku lagi, Aira? Dulu aku memang bodoh. Bahkan sangat bodoh untuk membiarkan kamu pergi dan memilih Lira. Lira yang menjebakku. Dia bilang kalau dia hamil dan minta pertanggung jawabanku.” Jelas singkat lelaki itu. “Tapi kalian memang bersama sebelum kamu merasa terjebak, Lando. Bahkan aku sudah tau beberapa minggu sebelum melihat kalian berdua di dalam apartemenmu!” air matanya mulai mengalir mengingat kejadian memilukan yang pernah terjadi kepadanya beberapa tahun silam. “Bahkan kamu jelas-jelas bilang kalau kalian bersama dan kamu tidak mencintaiku lagi. Aku rasa semua bukti sudah jelas Lando,” katanya lagi. “Tapi saat itu aku dijebak olehnya, Aira. Mohon mengertilah!” mulai menaikkan nada suaranya. “Apa kamu mengerti akan perasaanku pada s

