TWENTY THREE

1985 Kata

                Setelah Aira dan Wafda selesai dengan pekerjaan mereka masing-masing, Aira memutuskan untuk mengajak Wafda menonton film. Akhirnya merekapun membuka saluran Netflix dan memilih film yang akan mereka tonton. Baru saja ingin memulai acara nontonnya, smartphone Wafda berbunyi. Terlihat di layar LCD smartphonenya terpampang ID penelpon adiknya, Willa. “Willa nih Sayang.” Kata Wafda, “Jawablah,” “Waf, muka lo parah banget.” Kata Willa begitu panggilan video callnya tersambung. Ia memperlihatkan kecemasannya pada abangnya. “Ya gitu deh. Tapi untungnya Aira ga kenapa-kenapa.” Kata Wafda tersenyum. “Hai La,” kata Aira menyapa dengan ramah. “Hai … hati-hati deh kalian. Udah ganti pengaman belom? Kalau perlu pakai sirine tuh pintunya.” Usul Willa pada mereka berdua. “Iy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN