TWENTY TWO

1854 Kata

            Setelah memeriksa Wafda, Aira mengantar dokter Nimal ke bawah untuk menemui bu Nani dan menuliskan resep yang harus ditebus untuk Wafda. “Ini resepnya, tolong dipastikan untuk obatnya diminum sampai habis ya.” Kata dokter Nimal memberikan secarik kertas. “Baik Dok,” kata Aira kemudian meletakkan resep obatnya di meja makan. “Kapan kalian akan pulang?” tanya dokter Nimal pada Aira yang kini sedang menyesap teh buatan bu Nani. “Mungkin masih seminggu lagi kami di sini Dok. Ada apa?” Jawab Aira setelah meletakkan cangkir tehnya di meja.   “Ah, tidak apa-apa. Lusa kalau begitu saya akan kunjungan lagi ke sini untuk melihat luka-luka Wafda. Semoga tidak ada yang infeksi dan jika ia mengeluhkan sakit di daadanya. Mohon segera hubungi saya ya. Karna tadi saya lihat di daadanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN