Hari ini Duta benar-benar tidak bisa konsentrasi. Berkali-kali dia salah merespons omongan temannya, atau tiba-tiba merenung di tengah pekerjaan. Postingan itu mengacaukan pikirannya teramat dalam. Anak-anak KKN bergantian mengiriminya pesan, sebaris kalimat penyemangat bernada sama. Dengan tidak menyinggung hal itu di grup, Duta semakin merasa beruntung memiliki mereka. Sebarbar apa pun, mereka masih paham mana yang patut dirembukkan, mana yang butuh ruang sendiri-sendiri. Sepulang kerja, Duta butuh sesuatu yang bisa menenangkan pikiran. Anehnya, dia malah kepikiran Tiwi. Tanpa pikir panjang, dia lekas melajukan vespanya ke kontrakan cewek itu. Setibanya, Duta mendapati Tiwi sedang berkutat di dapur. Dia menyiapkan makanan untuk nanti malam. Duta lega melihat cewek itu mulai aktif kemb

