Gean menutup bukunya setelah selesai mendapat arahan dari pria yang menjadi guru les privatnya saat ini. Tak lupa lelaki itu juga memasukkan kembali laptopnya ke dalam tas sebelum akhirnya bangkit dan berpamitan. Di luar sedang hujan deras dan ia tidak membawa kendaraan. Malas memesan taxi online, Gean memilih menelepon saudara kembarnya. Panggilan pertama tidak diangkat, panggilan keduapun begitu. Lalu ketika panggilan ketika diangkat, Gean langsung meminta Rian agar menjemputnya. Menggerutu dengan sangat keras, Gean bahkan langsung mencaci Rian yang malah tertawa di seberang sana. Memang kakak satu itu laknat sekali! "Sialan! Ujannya gede banget lagi!" Gerutu orang di sebelah Gean yang entah sejak kapan ada di sana. Gean melirik sedikit guna melihat wajah orang di sebelahnya. Menurut li

