- 33

1581 Kata

"Ya udah kalau gitu, gua sama Gean pulang duluan, ya!" Pamit Rian pada seluruh teman-temannya yang masih ada di dalam cafe. Karena Om Erlan sudah menjemput dan kebetulan jadwal les belajar tambahan untuk Gean akan segera dimulai. Ia juga tidak mau membuat lelaki itu menunggunya atau Gean. Atau masalah besar akan mereka hadapi setelah itu. "Yo, Yan, hati-hati di jalan!" Gean dan Rian mengangguk bersamaan. Kedua lelaki itu lalu masuk ke dalam mobil saat Om Erlan terus menerus membunyikan klakson. Tidak ada yang berbicara sampai mereka sampai ke tempat les Gean. Dan saat di mobil hanya berdua, Erlan mulai membuka pembicaraan. "Jadi yang bakal nerusin Om siapa?" Tanya Erlan dengan tangan yang berada di atas stir. Lelaki itu membelokkan stir begitu menemukan jalan pintas yang selalu ia paka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN