- 25

1546 Kata

Gean memutar stir dengan kencang, senada dengan kakinya yang menginjak rem dengan kuat. Napasnya bersahutan cepat, degup jantungnya juga ikut berdetak kencang. Matanya membulat lebar, ia dalam keadaan yang benar-benar syok. Satu detik saja ia lupa menginjak rem, sudah dipastikan gadis di depan sana tertabrak dan mati. Semuanya nyaris terjadi. Beruntungnya Rian masih sempat menyadarkannya dengan memukul belakang kepalanya seraya berteriak. Lelaki yang menjadi kembarannya itu menatap Gean dengan tajam. "Gila ya lo?! Ini mobil Papa, b**o! Kalau sampe lecet gimana?!" Teriak Rian marah. "Turun sana! Minta maaf," titahnya sebagai penutup pada Gean. Menarik napas panjang, Gean rasakan tubuhnya melemas saat napas itu berhembus keluar. Tangannya entah kenapa bergetar hebat. Ia memang sering meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN