"Ayo! Kalian baru lima kali! Semangat, dong! Masa gitu aja capek! Sparing tinggal dua hari lagi!!" Teriak pelatih di ujung lapangan. Sesekali lelaki itu melihat ke arah jam tangannya. Mengecek apakah waktu untuk lari anak-anaknya sudah selesai atau belum. Matanya menatap tajam pada sekumpulan anak-anak yang masih sibuk mengatur napas dan melangkahkan kakinya dengan cepat di sekitar lapangan. "Gila sih, baru juga nyampe udah disuruh lari," celetuk Simon. Lelaki dengan jersey hitamnya itu mengeluh pelan. Dirinya memang telat beberapa menit karena macetnya jalan. Dan saat datang, dirinya dihukum untuk langsung berlari menyusul teman-temannya yang lain. Nasib datang telat dan sibuk dnegan urusannya sendiri. Simon rasa mereka butuh pelatih baru sepertinya. Bisa mati muda Simon jika datang tel

