- 47

1546 Kata

Di tempat lain Gean kini tengah berusaha fokus dengan penjelasan seseorang di depan sana. Lelaki yang kini duduk di bangku paling pojok dekat dengan jendela itu beberapa kali meringis karena luka di sekujur tubuhnya. Jika dibandingkan Rian, Gean jauh lebih baik. Karena hanya beberapa titik di tubuh lelaki itu yang terkena hantaman dari tendangan dan juga pukulan telak Rian. Namun walau begitu, tetap saja rasanya sakit dan menyisakan ngilu yang tiada tara. Terutama bawah dagunya yang terakhir diberi hantaman tinju oleh Rian. Rasanya rahang Gean seperti akan putus. "Sekian dari kami. Sesi tanya pertama kami buka. Silahkan, bagi yang ingin bertanya." Gean menatap Simon yang kini mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Memang teman laknat macam Simon selalu membuat siapapun sengsara. Sudah tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN