- 20

1510 Kata

"Ini buat Rian, kan?" Tanya Gean dengan mata yang menatap dingin Angel. Yang mau tak mau membuat gadis itu mengangguk ragu. Ya, tidak masalah sih. Baik Gean ataupun Rian yang memakan. Yang penting ada orang yang mau memakan dan merasakannya lalu memberikan komentar jujur. Karena sejauh ini, yang selalu memberi masukan tak lain dan tak bukan adalah Rian. Saat Gean yang ditanya, lelaki itu hanya menjawab tidak enak. Sedangkan Rian memberikan masukan, seperti kurang ini atau kelebihan itu dan lain sebagainya. Tapi.. niat Angel memberinya kan... "Udah kan? Ayo, ke warung depan." Gean membawa tasnya dan berjalan keluar. Meninggalkan Angel yang masih terpaku diam di tempatnya. Simon yang melihat perlakuan Gean hanya bisa menggeleng pelan. Ia mendekati Angel dan mengusap bahu gadis itu. "Sabar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN