- 49

1522 Kata

Tok. Tok. Tok. "Sebentar!" Gean mengambil bathrobe berwarna hitam yang ia gantung di besi panjang. Lelaki itu lalu mengenakannya. Menutupi tubuhnya yang hanya terbalut dengan boxer berwarna merah tua. Ia menyugar rambutnya ke belakang sebelum akhirnya membuka pintu. Di depannya kini terlihat sosok wanita yang tak lain Nenek mudanya. Nenek yang selalu enggan dipanggil Nenek. Hanya karena usianya yang sama dengan sang papa. Mata Gean menatap datar wanita itu. Enggan tersenyum atau mengajak masuk dan berbicara baik-baik. Apalagi setelah melihat wajah Neneknya ini mencurigakan bukan main. Gean sih sudah mencium bau aneh itu sejak tadi. "Ada apa, Nenek?" Tanya Gean dengan nada santai. Lelaki itu memang lebih suka memanggil wanita itu dengan sebutan Nenek daripada Tante. Ia bukan Rian yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN