Sesuai janji, Gean dan Ciama kahirnya berangkat menuju gym tempat biasa Gean dengan membawa mobil. Lelaki itu bergegas turun dari kamar begitu mendengar Ciama berteriak untuk segera datang dan pergi. Ia juga hanya sempat mandi beberapa menit dan melupakan parfum yang biasanyaia pakai. Ya, walau tanpa parfum seklaipun Gean tidak akan bau keringat, tetap saja seperti ada yang kurang. Memang, pergi dengan Ciama seperti pergi dengan lelaki. Jika biasanya lelaki yang tidak sabaran dan ingin pergi segera, maka dalam kasus Ciama, gadis itu lah yang selalu ingin pergi cepat. Memparkirkan mobilnya pada tempat yang sudah disediakan, Gean lalu melirik sebentar pada Ciama yang tampak asyik dengan ponselnya. Gadis itu sesekali mengeluarkan suara tawa kecilnya yang mana berhasil membuat Gean menggelen

