Gean menutup matanya sesaat lalu membukanya kembali. Lelaki itu mengepalkan tangannya kuat-kuat sebelum akhirnya melayangkan tinju ke arah depan. Membuat samsak besar berwarna hitam itu bergerak ke belakang dan terlempar cukup jauh. Suara besi yang beradu terdengar, menandakan ada seseorang yang memasuki ruang olahraganya. Gean tidak menolehkan kepala dan memilih memeluk samsak itu agar kembali diam sebelum akhirnya menendang sekuat tenaga. Besar samsak yang hampir setengah lebih bear dari ukuran tubuhnya itu berhasil ia dapatkan. Sayangnya, bersamaan dengan lelaki di beakang Gean yang mulai berbicara. "Ada temen kamu di bawah," ujar sang papa. Gean terdiam sesaat. Ia sebenarnya masih kesal pada ayahnya yang berbuat seenaknya saat ulang tahunnya kala itu. Apalagi membawa nama Mamanya. Ma

