"Lagi ngapain, lo?" Tanya Rian saat melihat keberadaan kembarannya yang ada di dalam dapur. Bukannya ingin suudzon dan menyangka jika Gean membuat masakan aneh lagi, hanya saja Rian ingin memastikan keberadaan lelaki itu. Bisa habis nanti ia dimarahi Mamanya jika sampai ketahuan Gean mengabiskan bahan makanan hanya untuk menjadi percobaan lelaki itu. Gean menunjuk pada wanita yang kini tengah memasukkan loyang ke dalam oven. Lelaki itu lalu menatap kembarannya dengan mata berbinar. Wajahnya terlihat berseri dengan tangan yang menopang dagu. Memperlihatkan bahwa kini ia sedang sangat bahagia. Namun bukannya mendapat tatapan yang baik, Rian malah menatap kembarannya dengan jijik. Ia juga bergidik ngeri. Membuat Gean berdecih kesal mendengarnya. Memang Rian tidak ada baik-baiknya menjadi kak

