Simon membelokkan stir ke arah parkiran. Motor Gean sudah terparkir di sana. Sudah pasti lelaki itu sampai duluan. Mustahil bukan jika mantan pembalap tidak sampai dengan cepat di kampus? Baru akan turun, Simon dikejutkan dengan adegan yang membuat bulu kuduknya merinding. Rasanya seperti merasakan ada mahluk halus yang akan menyerang Simon saat itu juga. Atau mungkin lebih dari mahluk halus? Seperti binatang buas yang belum makan 4 tahun lamanya. Yang pasti rasanya Simon akan benar-benar habis sekarang juga. Apalagi melihat senyum Gean yang sudah tidak ada aksen baiknya sama sekali. "Gimana? Seru gak balapan sama gua?" Tanya Gean disertai senyuman. Bukan! Itu bukan senyum baik. Itu senyum.. KEMATIAN! "Kayanya kurang seru kalau lo kalah, ya?" Tambah lelaki itu dengan wajah yang lebih m

