Rian menekan tombol di samping pintu sebelum akhirnya menyuruh Fera agar masuk terlebih dahulu ke dalam rumah. Gadis itu menatap sekitar. Walau sudah beberapa kali memasuki rumah besar ini, tetap saja rasanya sangat takjub. Bahkan saking takjubnya, terkadang Fera sampai melupakan apa-apa. Rumah besar itu bisa membungkam siapapun yang melihatnya. Sesuatu yang sungguh-sungguh menakjubkan. Sekalipun rumah Fera hampir sam abesarnya, tapi rumahnya terkadang berantakan karena ulah Kakaknya yang selalu membawa teman datang. Belum lagi Papanya yang satu frekuensi dengan sang kakak dan suka sekali membuat rumah beantakan. "Lho? Ada Fera?" Tanya Gean saat melihat kembarannya datang. Lelaki yang baru saja selesai mandi itu menatap Fera dalam. Matanya menyiratkan tatapan dingin, wajahnya juga datar.

