Livia dan Kalila berdiri di depan gerbang sekolah dengan gelisah, menunggu sosok remaja bertubuh mungil yang hampir dua minggu ini menjadi beban pikiran mereka. Setelah pertemuan antara, Ashraf, Livia, dan Anulika dua minggu yang lalu, gadis remaja itu bagai hilang ditelan bumi. Telepon atau pun pesan chat yang mereka kirimkan tidak pernah direspon oleh Anulika. Mereka mengkhawatirkan keadaan gadis itu, walaupun Ashraf mengatakan Anulika baik-baik saja berdasarkan hasil pantauan orang suruhannya. Bukan berarti mereka semua harus mendiamkan masalah ini berlarut-larut, menunggu gadis remaja itu memberi kabar tentang keadaannya, dan baru bertindak. "Aku tidak mau masalah ini terlalu lama mengambang, kita harus mengajak Anulika menemui kedua orang tuanya dan harus bertanggung jawab, apa pu

