Menikahlah Denganku.

1899 Kata

Melihat kedekatan Anulika dan Bagas, menyadarkan Ashraf akan sesuatu. Dirinya sudah terlalu lama membiarkan anulika sendirian, memberikan celah untuk Bagas masuk ke dalam hati gadis itu. Kini ia harus memulai lagi dari awal, mencari alasan untuk mendekati Anulika agar mau kembali bersandar padanya.. Satu bulan bukan waktu yang sebentar untuk orang yang kesepian mencari tempat mengadu, apalagi dalam keadaan Anulika yang sedang butuh perhatian. Kehadiran bagas pasti membuatnya merasa nyaman, tempatnya bermanja dan mengadukan keluh kesah. “Om, mau dibikinkan kopi?” kepala Anulika menyembul dari balik pintu,. Membuyarkan lamunan Ashraf tentang kedekatan gadis itu dan Bagas. “Kopi dan air putih sudah ada, yang belum cuma tukang pijitnya,” jawab Ashraf sembari meregangkan kedua tangan. “Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN