IP-45

1605 Kata

Masuk ke dalam kamar, Rania pun langsung menghampiri Abrisam yang duduk di pinggiran ranjang. Wanita itu mendekat, mengupas satu obat dan dia berikan pada Abrisam. "Diminum dulu Mas, biar sakitnya ilang." kata Rania. Abrisam menurut, dia mengadakan tangan ke udara, dan meminta Rania untuk menaruh pil obat sakitnya di telapak tangan Abrisam. "Besok-besok, jangan ujan-ujan lagi kalau gak tawar sama air hujan." pesan Rania. Abrisam hanya mampu tertawa kecil. "Tadi itu lagi pengen aja. Makanya ujan-ujan, taunya malah sakit." "Makanya kalau udah tau gak tawar kenapa cari penyakit sih Mas." Namanya juga tidak tahu, Abrisam ingin hujan-hujan tadi, tapi yang ada Abrisam malah jatuh sakit. Mungkin sudah terlalu lama, Abrisam tidak hujan-hujan. Dan terakhir hujan-hujan, ketika dia mengala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN