Pengantin pria beserta rombongannya nampak memasuki halaman rumah yang telah disulap menjadi sebuah ruangan yang teduh dan mewah dari tenda yang dihiasi berbagai macam bunga serta lampu hias. Di sebelah utara, nampak panggung pelaminan yang begitu megah menghadap ke selatan dimana kursi-kursi tamu berdampingan diletakkan berbaris rapi menghadap pelaminan. Tempat untuk para tamu wanita dan laki-laki dibuat terpisah dan hanya dibatasi oleh sekat kain sebatas pinggang orang dewasa. Layla tersenyum, dalam hati berpikir, mengapa harus ada pembatas jika tingginya hanya sepinggang orang dewasa? Di samping masing-masing bagian kursi tamu pula, berjejer beberapa stand makanan serta meja prasmanan yang siap disajikan untuk para tamu yang datang. Layla sendiri memilih duduk di kursi baris ke dua

