Bagian 14

2230 Kata

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam. Saat ini Lily sedang menikmati pemandangan malam yang indah bertabur bintang. Udara malam ini agak begitu dingin. Lily merasa betah tinggal di kediaman orang tua Reyhaan, sangat sejuk. Lalu Lily mengambil ponselnya dari saku dress-nya, napasnya berhembus kencang ketika melihat ponselnya. Jason lelaki itu tidak lagi menghubunginya dan mengganggunya. Bukannya dia berharap, tetapi dia merasa sangat aneh. Jason menghilang seperti biasanya. Tiba – tiba saja ada seseorang yang mengecup bahu Lily membuat Lily sedikit terkejut, senyum Lily mengembang ketika tahu seseorang itu adalah Reyhaan. “Kau belum mengantuk?” tanya Reyhaan. Lilly menggeleng, “aku ingin menikmati udara malam yang segar dulu. Di Jakarta tidak bisa menikmati udara segar seperti ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN