"Lain kali kalau mau cari seseorang, bawa alamatnya ya, Bu," pesan Pak Polisi pada Emak. "Iya, maaf, Pak. Saya enggak ingat sama sekali. Taunya ke terminal Jakarta aja. Soalnya anak saya pernah bilang rumahnya enggak jauh dari sana, cuma naik angkot sekali," jawab Emak dengan polosnya. "Ya, tetap saja Jakarta itu luas, Bu." Pak Polisi itu tersenyum ramah. "Iya, Pak. Maaf." Emak menganggukkan kepala pasrah. Aku pun mengusap pundak Emak dengan lembut. Niatnya mau menguatkan. "Kamu juga, jadi anak kok bisa-bisanya biarin ibu sendiri berangkat dari Cianjur ke Jakarta tanpa bawa alamat?" Polisi itu kini berubah berang, menatapku dengan kedua mata lebar. "Ma-maaf, Pak. Saya enggak tau kalau Emak saya mau cari saya ke Jakarta." Aku berkata takut. "Ya lain kali, meskipun ibu kamu enggak ada

